Sabtu, 04 April 2015

Mengenal Lebih Jauh Bangsa Korea Selatan


TUGAS I
ILMU BUDAYA DASAR
“MENGENAL LEBIH JAUH BANGSA KOREA SELATAN“
                                                          
Dosen : Auliya Ar Rahma

Oleh :
Puspita Dwi Septiyani
18114561
1KA08

SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
April 2015



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kepribadian diartikan sebagai suatu pola sikap yang mencerminkan sifat atau karakter seseorang dengan lingkungannya. Sedangkan Bangsa Timur yakni seseorang / kelompok yang mendiami suatu wilayah yang berada di bujur timur belahan Bumi, sehingga, kepribadian Bangsa Timur dapat diartikan sebagai suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungannya.
Bangsa Timur umumnya dikenal baik dengan mengedepankan norma-norma, moral, dan etika, dan nilai adat istiadat serta nilai kebudayaannya yang sangat dijunjung tinggi. Kepribadian Bangsa Timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam berpakaian serta santun dalam berperilaku. Tak heran bahwa Bangsa Timur sangat terkenal dengan keramah. Oleh karena itu, kepribadian suatu bangsa tidak dipisahkan dengan faktor keudayaan dan gaya hidup yang dimiliki oleh suatu negara, karena faktor tersebut yakni hasil interaksi sosial antar pelaku dan objek dalam hal ini bangsa dan lingkungannya.
Negara yang termasuk Bangsa Timur yakni Asia dan sebagian Eropa. Walaupun termasuk Bangsa Timur, tidak serta merta negara-negara tersebut memiliki kepribadian yang sama pula.
Oleh karena itu, beradasarkan uraian di atas pada kesempatan ini, saya ingin membuat makalah mengenai Mengenal Lebih Jauh Bangsa Korea Selatan”




B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis memunculkan rumusan masalah di antaranya, sebagai berikut :
1.      Bagaimana kebudayaan atau adat istiadat Bangsa Korea Selatan?
2.      Bagaimana gaya hidup Bangsa Korea Selatan?


BAB II
PEMBAHASAN

A.    KOREA SELATAN






Republik Korea (bahasa Korea: Daehan Minguk (Hangul: 대한민국; Hanja: 大韓民國); bahasa Inggris: Republic of Korea/ROK) atau biasa dikenal sebagai Korea Selatan atau Korsel adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Negara ini dikenal dengan nama Hanguk (한국; 韓國) oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (남조선; 南朝鮮; "Chosŏn Selatan") oleh penduduk Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울).

1.      Kebudayaan

Budaya tradisional Korea diwarisi oleh rakyat Korea Utara dan Korea Selatan, walaupun keadaan politik yang berbeda telah menghasilkan banyak perbedaan dalam kebudayaan modern Korea.


a.       Kehidupan
 Rumah Masyarakat tradisional Korea memilih tempat tinggal berdasarkan geomansi. Orang Korea meyakini bahwa beberapa bentuk topografi atau suatu tempat memiliki energi baik dan buruk (dalam konsep eum dan yang) yang harus diseimbangkan. Geomansi memengaruhi bentuk bangunan, arah, serta bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya.

Rumah menurut kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara ini masih sering dijumpai dalam kehidupan modern saat ini. Rumah-rumah ini memiliki penghangat bawah tanah yang disebut ondol yang berfungsi saat musim dingin.

b.      Taman
Taman korea adalah bentuk atau rancangan taman tradisional khas Korea. Walau taman Korea amat dipengaruhi konsep taman Tiongkok, rancang bangunnya memiliki keunikan tersendiri.
Karakterisitik taman Korea adalah kesederhanaan, alami dan tidak dipaksakan untuk mengikuti suatu aturan khusus. Dibanding taman Tiongkok dan taman Jepang yang memiliki banyak elemen pelengkap karena konsep mengimitasikan pemandangan asli, taman Korea mungkin lebih tampak kurang akan unsur pelengkap.
Taman Korea sangat mencolok dan sederhana karena selalu terdapat kolam teratai dengan bangunan paviliun di dekatnya. Kolam dihubungkan dengan aliran alami yang bagi orang Korea sangat indah untuk dipandang
c.       Pakaian
Pakaian tradisional Korea disebut Hanbok (Korea Utara menyebut Choson-ot). Hanbok terbagi atas baju bagian atas (Jeogori), celana panjang untuk laki-laki (baji) dan rok wanita (Chima).


Orang Korea berpakaian sesuai dengan status sosial mereka sehingga pakaian merupakan hal penting. Orang-orang dengan status tinggi serta keluarga kerajaan menikmati pakaian yang mewah dan perhiasan-perhiasan yang umumnya tidak bisa dibeli golongan rakyat bawah yang hidup miskin.

Dahulu, Hanbok diklasifikasikan untuk penggunaan sehari-hari, upacara dan peristiwa-peristiwa tertentu. Hanbok untuk upacara dipakai dalam peristiwa formal seperti ulang tahun anak pertama (doljanchi), pernikahan atau upacara kematian. Saat ini hanbok tidak lagi dipakai dalam kegiatan sehari-hari, namun pada saat-saat tertentu masih digunakan.

d.      Makanan

Bentuk kuliner Korea dipengaruhi oleh kebudayaan pertanian mereka. Makanan pokoknya adalah beras. Hasil utama pertanian rakyat Korea adalah beras, gandum dan kacang-kacangan. Hasil laut pun melimpah seperti ikan, cumi-cumi dan udang, sebab Korea dikelilingi 3 lautan.
Kuliner Korea sebagian besar dibentuk dari hasil fermentasi yang sudah berkembang sejak lama. Contohnya adalah kimchi dan doenjang. Makanan fermentasi sangat berguna dalam menyediakan protein dan vitamin ketika musim dingin.

Beberapa menu makanan dikembangkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa khusus seperti festival atau upacara seperti ulang tahun anak yang ke-100 hari, ulang tahun pertama, perkawinan, ulangtahun ke-60, upacara pemakaman dan sebagainya. Pada peristiwa-peristiwa ini selalu dijumpai kue-kue beras yang berwarna-warni.

e.       Festival

Kalender Korea dibagi dalam 24 titik putaran (jeolgi) yang masing-masing terdiri dari 15 hari dan digunakan untuk menentukan masa tanam atau panen pada masyarakat agraris pada zaman dahulu, namun pada saat ini tidak digunakan lagi. Kalender Gregorian diperkenalkan di Korea tahun 1895, tapi hari-hari tertentu seperti festival, upacara, kelahiran dan ulang tahun masih didasarkan pada sistem kalender lunisolar.
Festival terbesar di Korea antara lain:
o   Seollal, imleknya Korea yang jatuh tepat bersamaan dengan tahun baru Imlek.




o   Daeboreum, festival bulan purnama pertama


o   Dano, festival musim semi


o   Chuseok, festival panen raya atau festival kue bulan

2.      Gaya Hidup
a.       Penanganan Serius Pada Internet Addict





Salah satu gaya hidup masyarakat Korea Selatan yang unik untuk disimak adalah bagaimana seriusnya mereka menangani internet addict. Hasil survey menyatakan jika 98% dari total rumah tangga di Korea Selatan memiliki akses internet berkecepatan tinggi. Sedangkan hampir 2/3 dari total masyarakat Korea Selatan memiliki smartphone. Internet memang tak selamanya membawa dampak positif bagi penggunanya. Terkadang, internet justru membawa dampak negatif seperti meningkatnya tingkat kecanduan game online pada anak-anak dan remaja Korea Selatan. Mengetahui fakta tersebut, maka pemerintah tak tinggal diam begitu saja. Mereka lantas bergerak cepat untuk menyelamatkan generasi penerus negaranya. Mereka memberikan konseling dan pengobatan psikologis secara khusus guna menangani kecanduan internet tersebut. Dan terbukti, tingkat kecanduan para remaja terhadap internet pun semakin lama semakin menurun.

b.      Prioritas Hiburan yang Sangat Tinggi

Salah satu hasil ekspor Korea Selatan yang cukup tingi adalah seni dan budaya. Bahkan, produk dari dunia entertainment Korea tersebut telah diperjualbelikan di seluruh belahan dunia. Beberapa produk entertainment tersebut diantaranya adalah film, teater hingga musik.
Berkat penanganan yang serius di bidang entertainment, maka pemerintah Korea pun memperoleh laba hingga milyaran dollar. Dari keseluruhan produk entertainment Korea yang diekspor, yang menduduki peringkat tertinggi adalah K-Pop. Bahkan karena terlalu banyak yang menggemari, maka K-Pop pun kerap menjadi trending topic yang kemudian sering disebut dengan nama “Korean Wave”. Berbagai media sosial seperti Youtube juga memiliki pernana yang sangat besar dalam menyebarluaskan budaya=budaya yang dimiliki oleh Korea.

c.       Gemar Melakukan Kegiatan Outdoor

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Korea sangat gemar melakukan berbagai kegiatan-kegiatan outdoor. Salah satu diantaranya adalah camping. Hal tersebut didasari karena masyarakat Korea ingin mencari tempat yang tenang guna melepaskan kepenatan lantaran pembangunan kota terus meningkat pesat dan membuat lahan hijau semakin berkurang. Kebiasaan ini membuat sebagian masyarakat Korea memiliki ide untuk membuat lokasi-lokasi perkemahan yang tak jauh dari pusat kota. Bahkan beberapa lokasi perkemahan ada juga yang telah dilengkapi dengan berbagai teknologi seperti kios listrik.

d.      Sangat Peduli Dengan Kesehatan
Korea Selatan menempati urutan pertama dari daftar 15 negara peserta survey “kepuasan kesehatan” yang dilakukan pada tahun 2013 silam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Korea sangat puas dengan layanan kesehatan yang ada di dalam negaranya. Sebab, masyarakat Korea dikenal sebagai masyarakat yang memiliki rencana kesehatan. Bukan hanya kerap merencanakan kesehatan yang sesuai dengan kondisi tubuh mereka, masyarakat Korea pun juga berhasil menjalankan rencana tersebut dengan baik. Kebiasaan tersebut telah mereka lakukan sejak tahun 1989 silam.

e.       Kedisiplinan Yang Tinggi
Sama seperti Jepang, Korea Selatan pun terkenal akan sikap disiplin yang dianut oleh masyarakatnya. Sikap disiplin mulai diajarkan sejak dini oleh para orang tua kepada anaknya. Kedisiplinan yang sangat terlihat warga Korea Selatan yakni dari bagaimana mereka menghargai waktu, dan disiplin dalam berlalu lintas. Maka tidak jarang ditemukan kemacetan lalu lintas ditemukan karena warganya yang taat dalam berlalu lintas. Sehingga tidak heran jika negaranya maju seperti sekarang karena sikap disiplin yang ditanamkan oleh warganya sedari kecil.   

f.       Sadar Pendidikan
Pendidikan merupakan hal yang terpenting bagi kehidupan karena dengan mendapat pendidikan yang cukup, Kita dapatmerubah kehidupan menjadi lebih baik. Begitupun pemikiran warga Korea Selatan, mereka sangat memperhatikan pendidikan. Infrastruktur pun didirikan oleh pemerintah untuk mendukung pembelajaran, mulai dari perpustakan, museum, taman kota yang berbasis penngetahuan, hingga tempat hiburan sebagai sarana pendidikan. Bahkan saat musim dimana pendaftaran sekolah dan universitas, perpustakaan penuh dengan calon siswa dan calon mahasiswa yang belajar untuk mempersiapkannya. Dan mereka rela untuk berlama-lama di perpustakan

g.      Transportasi


Kemacetan merupakan masalah yang pelik bagi banyak negara termasuk Indonesia. Tetapi tidak dengan Korea Selatan, warga Korea Selatan sangalaht menaati peraturan yang berlaku di negaranya. Lalu lintas di Korea Selatan terlihat teratur karena perilaku warganya yang menaati peraturan lalu lintas. Masyarakat Korea Selatan sangat memanfaatkan transportasi masal seperti bus, subway, maupun kereta. Selain itu tak jarang ditemui pejalan kaki berjalan di jalan khusus bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Sehingga tak heran jika tingkat kemacetan sangat kecil di negeri ginseng tersebut.



BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa kepribadian masyarakat Korea Selatan masih sangat dipengaruhi oleh budaya-budaya negaranya yang mereka lindungi seperti, masih menjalankan tradisi-tradisi seperti festival-festival. Selain itu, masyarakat Korea Selatan berpegang teguh pada pendiriannya, hal ini dapat diketahui dengan keseriusan pemerintah Korea Selatan dalam menyelesaikan masalah negaranya seperti pecandu internet dan keseriusannya dalam membangun dan meperkenalkan kebudayaan untuk membuat negaranya lebih maju dan berkembang lewat industri musik dan perfilmannya. Serta masih memperhatikan kesehatan dengan cara olahraga outdoor seperti naik gunung maupun berkemah. Dan yang terpenting, Masyarakat Korea Selatan sangat pekerja keras, disiplin, dan menaati peraturan yang berlaku di negaranya.

B.   Saran
Adapun saran yang dapat diberikan mengenai kepribadian bangsa Korea Selatan yakni :
1.      Suatu bangsa harus dapat melindungi kebudayaan yang dimiliki oleh negaranya karena kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa.






DAFTAR PUSTAKA




 

Jumat, 16 Januari 2015

Agama


1.    Pengertian dan Fungsi Agama

*   Pengertian Agama
Kata  Agama berasal dari bahasa Sanskerta, āgama yang berarti "tradisi" atau "A" berarti tidak; "GAMA" berarti kacau. Sehingga agama berarti tidak kacau. Dapat juga diartikan suatu peraturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan manusia ke arah dan tujuan tertentu. Dilihat dari sudut pandang kebudayaan, agama dapat berarti sebagai hasil dari suatu kebudayaan, dengan kata lain agama diciptakan oleh manusia dengan akal budinya serta dengan adanya kemajuan dan perkembangan budaya tersebut serta peradabanya. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Berikut ini adalah pengertian agama yang diungkapkan oleh beberapa ahli :
a.      Émile Durkheim
Agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci.
b.      Bahrun Rangkuti (seorang muslim cendekiawan sekaligus seorang linguis)
Agama berasal dari bahasa Sansekerta; a-ga-ma. A (panjang) artinya adalah cara, jalan, The Way, dan gama adalah bahasa Indo Germania; bahasa Inggris Togo artinya jalan, cara-cara berjalan, cara-cara sampai kepada keridhaan kepada Tuhan.
c.      Din.Harun Nasution
Mengatakan bahwa agama dilihat dari sudut muatan atau isi yang terkandung di dalamnya merupakan suatu kumpulan tentang tata cara mengabdi kepada Tuhan yang terhimpun dalam suatu kitab, selain itu beliau mengatakan bahwa agama merupakan suatu ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi.
d.      Tajdab,dkk (1994:37)
Agama berasala dari kata a, berate tidak dan gama, berarti kacau, kocar-kacir. Jadi, agama artinya tidak kacau, tidak kocar-kacir, dan/atau teratur. Maka, istilah agama merupakan suatu kepercayaan yang mendatangkan kehidupan yang teratur dan tidak kacau serta mendatangkan kesejahteraan dan keselamatan hidup manusia.
e.      A.M. saefuddin (1987)
Agama merupakan kebutuhan manusia yang paling esensial yang besifat universal. Karena itu, agama merupakan kesadaran spiritual yang di dalamnya ada satu kenyataan di luar kenyataan yang namfak ini, yaitu bahwa manusia selalu mengharap belas kasihan-Nya, bimbingan-Nya, serta belaian-Nya, yang secara ontologis tidak bisa diingkari, walaupun oleh manusia yang mengingkari agama (komunis) sekalipun.
f.       Sutan Takdir Alisyahbana (1992)
Agama adalah suatu system kelakuan dan perhubungan manusia yang pokok pada perhubungan manusia dengan rahasia kekuasaan dan kegaiban yang tiada terhingga luasnya, dan dengan demikian memberi arti kepada hidupnya dan kepada alam semesta yang mengelilinginya.
g.      Menurut Sidi Gazalba (1975)
Agama adalah kecendrungan rohani manusia, yang berhubungan dengan alam semesta, nilai yang meliputi segalanya, makna yang terakhir, hakekat dari semuanya itu.
h.      Anthony F.C. Wallace
Agama sebagai seperangkat upacara yang diberi rasionalisasi lewat mitos dan menggerakkan kekuatan supernatural dengan maksud untuk mencapai terjadinya perubahan keadaan pada manusia dan semesta.
Jadi, agama adalah jalan hidup yang harus ditempuh oleh manusia dalam kehidupannya di dunia ini supaya lebih teratur dan mendatangkan kesejahteraan dan keselamatan.

*   Fungsi Agama

a.      Fungsi edukatif.
Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran dengan perantara petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai, pendeta imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara (perayaan) keagamaan, khotbah, renungan (meditasi) pendalaman rohani, dsb.
b.      Fungsi penyelamatan.
Bahwa setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam hidup sekarang ini maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini hanya bisa mereka temukan dalam agama. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral” dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia inginkan. Agama sanggup mendamaikan kembali manusia yang salah dengan Tuhan dengan jalan pengampunan dan Penyucian batin.
c.      Fungsi pengawasan sosial (social control)
Fungsi agama sebagai kontrol sosial yaitu, Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat dan mengamankan serta melestarikan kaidah-kaidah moral ( yang dianggap baik )dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hokum Negara modern.
d.      Fungsi memupuk Persaudaraan.
§  Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan.
§  Kesatuan persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama, seperti liberalism, komunisme, dan sosialisme.
§  Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama. Bangsa-bangsa bergabung dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll.
§  Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercayai bersama
e.      Fungsi transformatif.
Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat.

Sedangkan  menurut   Thomas   F.  O’Dea  menuliskan   enam  fungsi agama dan masyarakat yaitu:
1.       Sebagai pendukung, pelipur lara, dan perekonsiliasi.
2.       Sarana hubungan  transendental  melalui  pemujaan dan upacara
3.       Ibadat.
4.       Penguat norma-norma dan nilai-nilai yang sudah ada.
5.       Pengoreksi fungsi yang sudah ada.
6.       Pemberi identitas diri.

2.    Keterkaitan Agama dan Masyarakat
Telah kita ketahui Indonesia memiliki banyak sekali budaya dan adat istiadat yang juga berhubungan dengan masyarakat dan agama. Dari berbagai budaya yang ada di Indonesia dapat dikaitkan hubungannya dengan agama dan masyarakat dalam melestraikan budaya. Sebagai contoh budaya Ngaben yang merupakan upacara kematian bagi umat hindu Bali yang sampai sekarang masih terjaga kelestariannya. Hal ini membuktikan bahwa agama mempunyai hubungan yang erat dengan budaya sebagai patokan utama dari masyarakat untuk selalu menjalankan perintah agama dan melestarikan kebudayaannya. Selain itu masyarakat juga turut mempunyai andil yang besar dalam melestarikan budaya, karena masyarakatlah yang menjalankan semua perintah agama dan ikut menjaga budaya agar tetap terpelihara.
Kaitan agama dengan masyarakat dapat dikategorikan kedalam 3 tipe meskipun tidak secara keseluruhan:
a.      Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral
Tipe ini menggambarkan sekelompok orang yang menganut kepercayaan serta kelompok agama yang sama sehingga tipe ini disebut sebagai tipe yang kecil, terisolasi dan terbelakang
b.      Masyarakat pra-industri yang sedang berkembang
Tipe yang lebih baik dari tipe sebelumnya. Terlihat dari berbagai macam acara atau upacara dalam merayakan suatu acara keagamaan serta adanya perkembangan teknologi yang mendominasi ketimbang tipe pertama serta jauh dari kesan terisolasi
c.      Masyarakat-masyarakat industri secular
Tipe ini mencirikan masyarakat industri yang semakin tinggi dalam bidang teknologi sehingga watak masyarakat sekular menurut Roland Robertson (1984) tidak terlalu mementingkan agama, misalnya pemikiran agama, praktek agama, serta kebiasaan-kebiasaan agama yang seharusnya selalu dilakukan kini peranannya mulai berkurang
Selain itu ada juga hubungan lainnya,yaitu menjaga tatanan kehidupan. Maksudnya hubungan agama dalam kehidupan jika dipadukan dengan budaya dan masyarakat akan membentuk kehidupan yang harmonis,karena ketiganya mempunyai keterkaitan yang erat satu sama lain. Sebagai contoh jika kita rajin beribadah dengan baik dan taat dengan peraturan yang ada, hati dan pikiran kita pasti akan tenang dan dengan itu kita dapat membuat keadaan menjadi lebih baik seperti memelihara dan menjaga budaya kita agar tidak diakui oleh negara lain. Namun sekarang ini agamanya hanyalah sebagi symbol seseorang saja. Dalam artian seseorang hanya memeluk agama, namun tidak menjalankan segala perintah agama tersebut.
Namun terlepas dari hubungan antara agama dan masyarakat yang memang tidak bisa dilepaskan begitu saja, agama bisa menjadi faktor konflik yang sering terjadi dikalangan masyarakat. Disatu sisi, agama yang dianutnya merupakan keyakinan yang bermoral sedangkan disatu sisi yang tidak menganut keyakinannya menganggap keyakinannya menjadi sumber konflik.
Sumber :

Minggu, 11 Januari 2015

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan


Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan
1.      Pengertian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Ilmu adalah suatu pemahaman tentang suatu pengetahuan, yang memiliki fungsi untuk mencari, menyelidiki, dan menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga merupakan suatu pengetahuan yang teleh teruji kebenarannya. misalnya, pengetauan tentang sikap dan prilaku manusia sebagai mahluk sosial, kemudian pengetahuan itu di selidiki oleh para ahli menggunakan metode-metode tertentu, dan ternyata pengetahuan tersebut memang benar bahwa manusai itu mahluk sosial, maka dari itu pengetahuan tersebut dikatakan sebagai ilmu yaitu ilmu sosial.
Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005 diantaranya  adalah :
a.       Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
b.      Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.
c.       Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
d.      Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
e.       Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika .... maka “.
f.        Afanasyef, menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, katagori dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.
Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui atau disadari seseorang yang didapat dari pengalamannya. pengetahuan tidak bisa dikatakan sebagai sebuah ilmu karena kebenarannya belum teruji. Pengetahuan muncur dikarenakan seseorang menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilihatnya.
Teknologi merupakan suatu penemuan melalui proses metode ilmiah untuk mencapai tujuan yang maksimal. teknologi juga dapat diartikan sebagai sarana manusia untuk menyediakan kebutuhan. Berikut ini definisi teknologi menurut para ahli :
a.       Prayitno dan Ilyas (2001)
Teknologi adalah seluruh perangkat ide, metode, teknik benda-benda material yang digunakan dalam waktu dan tempat tertentu maupun untuk memenuhi kebutuhan manusia
b.      Mardikanto (1993)
Teknologi adalah suatu perilaku produk, informasi dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong terjadinya perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.
c.       Jaques Ellul
Teknologi sebagai ”keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia”.
d.      Iskandar Alisyahbana
Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi belum digunakan. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
e.       Wikipedia
Mendefenisikan teknologi merupakan perkembangan suatu media / alat yang dapat digunakan dengan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu masalah.
Dengan demikian, “ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang didasarkan atas fakta-fakta di mana pengujian kebenarannya diatur menurut suatu tingkah laku sistem tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu”.
2.      Pengertian Kemiskinan
Pengertian kemiskinan secara umum adalah keadaan tidak berharta, berpenghasilan rendah, dan serba kekurangan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Kemiskinan jugabisa diartikan sebagai suatu situasi, baik berupa proses maupun akibat, dimana seseorang tidak mampu untuk berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pengertian kemiskinan menurut para ahli disampaikan oleh banyak pakar di bidang ekonomi, sosial, psikologi, dan bidang-bidang lainnya. Berikut ini paparan mengenai pengertian tersebut :
a.      Ellis
Kemiskinan adalah sebuah gejala multidimensional yang bisa dikaji dari dimensi ekonomi dan sosial politik.
b.      Faturachman dan Marcelinus Molo
Kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang atau beberapa orang (rumah tangga) untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
c.       BAPPENAS
Kemiskinan adalah situasi serba kekurangan karena keadaan yang tidak dapat dihindari oleh seseorang dengan kekuatan yang dimilikinya.
d.      Friedman
Kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memformulasikan kekuasaan sosial berupa asset, sumber keuangan, organisasi sosial politik, jaringan sosial, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan, serta informasi.
e.       Reitsma dan Kleinpenning
Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu untuk memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat material maupun non-material.
f.        Suparlan
Kemiskinan adalah standar tingkat hidup yang rendah karena kekurangan materi pada sejumlah atau golongan orang bila dibandingkan dengan standar kehidupan yang berlaku di masyarakat sekitarnya.
g.      Levitan
Kemiskinan adalah kekurangan barang dan pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai standar hidup yang layak.
3.      Hubungan antara Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan
Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan memiliki kaitan struktur yang jelas. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling berinteraksi. Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan, sementara teknologi mengandung ilmu pengetahuan di dalamnya.
Rata-rata orang yang hidup di bawah garis kemiskinan belum dapat membaca maupun menulis. sedangkan salah satu cara memberantas kemiskinan adalah dengan ilmu pengetahuan. Dengan dapat membaca dan menulis, seorang pemulung sampah bisa berkesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan menghasilkan banyak uang. Dengan ilmu pengetahuan, dapat merubah seorang pengamen untuk berpikir kreatif dan memulai membuka suatu usaha dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem   lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan. Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Semuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sumber :

My Role Model

A person can be said to be a role model, if the person’s actions, behaviors, characters are capable of inspiring someone. Everyone has ...