Jumat, 22 April 2016

Kelompok 4 :Service operation, Continual Service Improvement, Business Relationship Management, dan Financial Management for Information Technology Services



A.    Service operation
Service operation merupakan tahap implementasi dari layanan TI yang telah dikembangkan, membuat perangkat dokumen yang mengatur regulasi layanan seperti Standard Operating Procedure (SOP) dan manual/petunjuk pemakaian layanan TI kepada pengguna layanan. Proses-proses yang dilakukan pada iterasi service operation sebagai berikut:
1.      Manajemen Event (Event Management)
Tujuan dari proses ini adalah memastikan Configurasi item (CI) yang ada terpantau dan menyaring kategori event untuk memutuskan tindakan yang tepat.
2.      Manajemen Insiden (Incident Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus insiden guna mengembalikan layanan TI kepada pelanggan secepat mungkin jika insiden terjadi.
3.      Pemenuhan Permintaan (Request Fulfilment)
Tujuan dari proses ini adalah memenuhi permintaan pelanggan pada layanan TI, seperti perubahan password atau permintaan informasi.
4.      Manajemen Akses (Access Management)
Tujuan dari proses ini adalah memberikan hak kepada pengguna yang berwenang dan mencegah akses dari pengguna yang tidak terotorisasi. Manajemen akses erat kaitannya dengan keamanan informasi.
5.      Manajemen Masalah (Problem Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola semua siklus masalah yang terjadi pada layanan TI. Manajemen masalah bertugas untuk mencegah terjadinya insiden dan meminimalkan dampak dari insiden.
6.      Pengendalian Operasi TI (TI Operations Control)
Tujuan dari proses ini adalah memantau dan mengontrol layanan TI beserta infrastrukturnya. Proses ini bertanggung jawab pada pengendalian tugas-tugas rutin dari pengelolaan layanan TI.
7.      Manajemen Fasilitas (Facilities Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola lingkungan fisik dari infrasturkur TI yang berjalan.
8.      Manajemen Aplikasi (Application Management)
Tujuan dari proses ini adalah mengelola siklus hidup aplikasi layanan TI yang berjalan.
9.      Manajemen Teknis (Technical Management)
Tujuan dari proses ini adalah menyediakan ahli teknis untuk mendukung pengelolaan infrastruktur TI.
B.     Continual Service Improvement
Continual service improvement (CSI) merupakan bagian akhir dari iterasi siklus hidup layanan ITIL, pada iterasi ini dilakukan evaluasi terhadap layanan TI yang telah berjalan. CSI bertujuan untuk mempersiapkan rencana peningkatan terhadap layanan TI, agar mampu berjalan berkelanjutan. Proses-proses yang dilakukan pada iterasi continual service improvement sebagai berikut:
1.      Review Layanan (Service Review)
Tujuan dari proses ini adalah meninjau layanan TI dan infrastruktur secara teratur. Review berguna untuk meningkatkan kualitas layanan dan mengidentifikasi cara ekonomis dalam menyediakan layanan TI.
2.      Evaluasi Proses (Process Evaluation)
Tujuan dari proses ini adalah mengevaluasi proses secara teratur, melakukan identifikasi titik-titik improvement untuk meningkatkan kualitas layanan.
3.      Definisi Upaya CSI (Definition of CSI Initiatives)
Tujuan dari proses ini adalah menentukan upaya spesifik yang berguna untuk meningkatkan proses dan layanan TI baik secara internal ataupun external.
4.      Memantau Upaya CSI (Monitoring of CSI initiatives)
Tujuan dari proses ini adalah memeriksa / memastikan upaya yang dilakukan berjalan sesuai rencana, dan dilakukan tindakan korektif jika dianggap perlu.
C.     Business Relationship Management
Manajemen hubungan bisnis (BRM) adalah pendekatan formal untuk pemahaman, mendefinisikan, dan mendukung kegiatan antar-usaha yang terkait dengan jaringan bisnis. Manajemen hubungan bisnis terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku (atau kompetensi) yang membina hubungan yang produktif antara organisasi jasa (misalnya Sumber Daya Manusia , teknologi informasi , departemen keuangan, atau penyedia eksternal) dan mitra bisnis mereka.
BRM berbeda dari manajemen hubungan perusahaan dan manajemen hubungan pelanggan meskipun hal itu berkaitan. Ini adalah ruang lingkup yang lebih besar daripada penghubung yang sejalan kepentingan bisnis dengan TI Penyerahan .
BRM diimplementasikan melalui peran organisasi, disiplin, dan model
1.      Sebagai peran organisasi
Peran organisasi adalah hubungan antara penyedia layanan dan bisnis. Peran bertindak sebagai penghubung, orkestra, dan navigator antara penyedia layanan dan satu atau unit bisnis yang lebih.
2.      Sebagai suatu disiplin
Disiplin BRM adalah penelitian berbasis dan telah diverifikasi dan ditingkatkan untuk lebih dari satu dekade. Hal ini digunakan dalam organisasi di seluruh dunia dan berlaku efektif untuk layanan bersama , penyedia layanan eksternal dan lain-lain. Tujuan dari disiplin adalah untuk memungkinkan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan, mengevaluasi, dan menggunakan hubungan jaringan bernilai tinggi.
3.      Sebagai model
Salah satu tujuan dari BRM adalah untuk menyediakan model lengkap hubungan bisnis dan nilai mereka dari waktu ke waktu, untuk membuat berbagai aspek mereka baik eksplisit dan terukur. Sebuah model BRM dewasa pada akhirnya akan mendukung bisnis strategis penelitian dan pengembangan usaha serta alat-alat dan teknik yang menerapkan prinsip-prinsip BRM.
D.    Financial Management for Information Technology Services
ITFM adalah disiplin berdasarkan prinsip keuangan dan akuntansi standar, tapi alamat prinsip-prinsip tertentu yang berlaku untuk layanan TI, seperti manajemen aset tetap, manajemen modal, audit, dan penyusutan.
Tujuan dari Manajemen Keuangan Jasa IT (ITFM) adalah untuk mengoptimalkan biaya IT Services saat mengambil menjadi kualitas akun dan faktor risiko. Saldo analisis biaya terhadap kualitas dan risiko untuk membuat cerdas, strategi optimalisasi biaya berdasarkan metrik-. Balancing diperlukan karena biaya pemotongan mungkin tidak menjadi strategi terbaik untuk memberikan output konsumen yang optimal.
Manajemen keuangan untuk layanan TI mengandung 3 sub-proses:
1.      Penganggaran
Penganggaran memungkinkan organisasi untuk merencanakan pengeluaran TI masa depan, mengurangi risiko over-pengeluaran dan memastikan pendapatan yang tersedia untuk menutupi pengeluaran diprediksi. Selain itu, anggaran memungkinkan sebuah organisasi untuk membandingkan biaya aktual dengan biaya diperkirakan sebelumnya dalam rangka meningkatkan keandalan prediksi penganggaran.
2.      Akuntansi IT
Akuntansi IT berkaitan dengan jumlah uang yang dihabiskan dalam memberikan layanan TI. Hal ini memungkinkan organisasi untuk melakukan berbagai analisis keuangan untuk mengukur efisiensi penyediaan layanan TI dan menentukan daerah mana penghematan biaya dapat dibuat. Hal ini juga akan memberikan transparansi keuangan untuk membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan.
Beberapa elemen biaya dapat digunakan untuk mengontrol akuntansi Anda:
·         Biaya modal: Setiap jenis pembelian yang akan memiliki nilai sisa, seperti perangkat keras dan pembangunan infrastruktur.
·         Biaya operasional: Hari-hari biaya berulang, seperti biaya sewa, faktur listrik bulanan dan gaji.
·         Biaya langsung: Setiap biaya yang secara langsung dikaitkan dengan salah satu layanan tunggal atau tertentu atau pelanggan.
·         Biaya tidak langsung: Satu penyediaan layanan tertentu yang perlu didistribusikan di antara beberapa pelanggan di breakdown adil.
·         Biaya tetap: Apa biaya didirikan untuk jangka waktu yang lama seperti kontrak pemeliharaan tahunan atau kontrak sewa. biaya ini tidak bervariasi dalam jangka pendek.
·         Biaya variabel: Setiap biaya yang bervariasi dalam jangka pendek berdasarkan tingkat layanan yang diberikan, sumber daya yang dikonsumsi, atau faktor lainnya. Misalnya, biaya energi adalah variabel berdasarkan jumlah yang dikonsumsi.
3.      Pengisian
Pengisian menyediakan kemampuan untuk menentukan biaya dari layanan TI secara proporsional dan adil untuk para pengguna layanan tersebut. Ini dapat digunakan sebagai langkah pertama menuju organisasi TI beroperasi sebagai bisnis otonom. Hal ini juga dapat digunakan untuk mendorong pengguna untuk bergerak dalam arah strategis penting - misalnya dengan subsidi sistem yang lebih baru dan memberlakukan biaya tambahan untuk penggunaan sistem warisan. Transparansi pengisian akan mendorong pengguna untuk menghindari kegiatan yang mahal di mana alternatif sedikit lebih nyaman tapi jauh lebih murah yang tersedia. Misalnya, pengguna mungkin isi dump pada layar daripada mencetaknya off.
Pengisian ini bisa dibilang yang paling kompleks dari tiga sub-proses, yang membutuhkan investasi besar sumber daya dan tingkat tinggi hati untuk menghindari anomali, di mana sebuah departemen individu dapat mengambil manfaat dari perilaku yang merugikan perusahaan secara keseluruhan. Pengisian kebijakan perlu secara bersamaan sederhana, adil dan realistis.
Referensi :

Jumat, 08 April 2016

Information Technology Service Management


IT Service Management adalah salah satu cara untuk mengelola layanan teknologi informasi. Layanan teknologi perlu dikelola dengan baik untuk mendapatkan output dalam bentuk informasi yang dibutuhkan oleh manajemen. Untuk meningkatkan layanan teknologi informasi untuk lebih baik, diperlukan audit meliputi audit layanan teknologi informasi. Audit layanan teknologi informasi dilakukan untuk menentukan kelayakan teknologi informasi denngan terkait, dalam hal ini penulis berfokus pada isu-isu keamanan teknologi informasi.

Terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan manajemen layanan teknologi informasi yaitu ; ITIL dan sigma six. Sekarang ini, banyak organisasi yang telah menerapkan IT, bahkan mereka dapat bangkrut bila tidak menggunkan IT. Dan saat ini, jika IT mengalami masalah dan idak tersedian, bisnis pun dapat berimbas juga.

.           Salah satu kerangka kerja untuk melakukan tata kelola TI adalah Information Technology Infrastructure Library (ITIL), ITIL dirancang khusus untuk pengelolaan pelayanan TI, selain itu ITIL juga dapat menjadi pedoman bagi organisasi untuk merancang dan menjalankan sistem tata kelola TI. ITIL merupakan kerangka paling populer dan berpengaruh untuk menerapkan IT Service Management. Pelaksanan ITIL tidak sulit jika memahami betul yang harus dilakukan, diprioritaskan, dan disesuaikan dengan pedoman ITIL. Pada pelaksanaannya
organisasi seringkali tidak mematuhi pedoman ITIL akibatnya implementasi ITIL memakan waktu yang panjang, mahal, dan berisiko.

ITSM (Information Technology Service Management) merupakan metode pengelolaan sistem
teknologi informasi yang terpusat pada pelanggan, layanan TI, perjanjinan tentang layanan TI, dan penanganan fungsi TI . ITSM atau manajemen layanan teknologi informasi menitikberatkan pada layanan terhadap pelanggan, pelanggan diberi fasilitas kenyamanan dan kemudahan dalam transaksi bisnis melalui teknologi informasi. IT Service Management didefinisikan sebagai pengelolaan dari semua proses yang bekerja sama untuk memastikan bahwa kualitas layanan yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan pelanggan (Menken, 2009).

1.       Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
ITIL adalah kerangka kerja umum yang menggambarkan best practice dalam manajemen layanan teknologi informasi . ITIL menyediakan kerangka kerja bagi tata kelola teknologi informasi, “membungkus layanan”, dan berfokus pada pengukuran terus!menerus dan perbaikan kualitas layanan teknologi informasi yang diberikan, baik dari sisi bisnis dan perspektif pelanggan . Fokus ini merupakan faktor utama dalam keberhasilan ITIL dan telah memberikan kontribusi untuk penggunaan produktif dan memberikan manfaat yang diperoleh organisasi dengan pengembangan teknik dan proses sepanjang organisasi ada . Gambar 1 menunjukkan siklus hidup ITIL yang terdiri dari 5 tahap yang meliputi Service Strategy, Service Design, Service Transition, Service Operation, dan Continual Service Improvement.

a.        Service Strategy, pada proses ini organisasi menganalisa kebutuhan bisnis.
b.      Service Design organisasi melakukan perubahan terhadap pola bisnis dengan mendesain infrastruktur Teknologi Informasi, kualitas layanan Teknologi Informasi, melakukan kebijakan terhadap keamanan Teknologi Informasi, dan melakukan pengukuran terhadap layanan.
c.       Service Transition berfokus untuk memberikan layanan terbaik pada semua layanan.
d.      Service Operation adalah memberikan nilai kepada bisnis dan memastikan bahwa nilai ini disampaikan.
e.       Continual Service Improvement melakukan evaluasi terus menerus untuk meningkatkan kualitas layanan pada siklus di bawahnya. Pada siklus hidup ITIL ini, hanya dilakukan pada tahapan Service Design yang fokus penelitian pada proses information security management. Service design adalah sebuah tahap dalam siklus layanan dan elemen yang penting di dalam proses perubahan bisnis (Cartlidge, 2007).
2.      Six Sigma
Six Sigma adalah proses pengembangan metode yang berfokus pada organization on customer requirements, process alignment, analytical rigor, and timely execution. Ini adalah metode yang teratur dan terlatih yang menghasilan alat yang berguna untuk mencapai konsistensi. Dengan meningkatkan performa dan menurunkan variasi, Sis Sigma mengijinkan pengorganisasian untuk membuat pelanggan focus, keputusan data-driven yang pada akhirnya memberitahu efek pengurangan produk, meningkatkan laba dan moral pagawai, dan meningkatkan kualitas produk.  

Six Sigma merupakan proses yang membawa keuntungan tambahan bagi ITIL dan membantu pengorganisasian unuk mengadaptasi pengalaman yang terbaik untuk memberikan pelayanan dengan kualitas proses yang memastikan akan berhasil. Dalam orientasi bisnis yang  menjamin bahwa pengembangan aktivitas layanan dan focus kesepakatan yang memberikan dampak kepada pelanggan. Seperti, dampak bahwa ITIL dalam bisnis semakin membaik.  Pandangan awal, ITIL dan Six Sigma muncul menjadi pandangan yang baik. Bagaimanapun keduanya saling melengkaspi dan dapat disatukan untuk pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Proses pengoptimalan, pengembangan berkelanjutan, mengukur kualitas dari layanan dan proses pengambangan, dan memaksimalkan timbale balik dari pengorganisasian IT dan mencari layanan yang terbaik adalah poin terpenting utnuk menggabungkan Six Ssma dan ITIL.  

Referensi :

Rabu, 25 November 2015

JavaScript


JavaScript adalah bahasa pemrograman berbasis java yang merupakan interface pembantu dalam pemrograman web. JavaScript adalah bahasa pemograman web yang bersifat Client Side Programming Language. Client Side Programming Language adalah tipe bahasa pemograman yang pemrosesannya dilakukan oleh client. Aplikasi client yang dimaksud merujuk kepada web browser seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox. Jenis bahasa pemograman Client Side berbeda dengan bahasa pemograman Server Side seperti PHP, dimana untuk server side seluruh kode program dijalankan di sisi server.
Untuk menjalankan JavaScript, kita hanya membutuhkan aplikasi text editor, dan web browser. JavaScript memiliki fitur: high-level programming language, client-side, loosely tiped, dan berorientasi objek. JavaScript populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera. Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT.
A.    Sejarah
JavaScript pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dari Netscape dibawah nama Mocha, yang nantinya namanya diganti menjadi LiveScript, dan akhirnya menjadi JavaScript. Navigator sebelumnya telah mendukung Java untuk lebih bisa dimanfaatkan para programmer yang non-Java. Maka dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript untuk mengakomodasi hal tersebut. Bahasa pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama JavaScript, walaupun tidak ada hubungan bahasa antara Java dengan JavaScript.
JavaScript bisa digunakan untuk banyak tujuan, misalnya untuk membuat efek rollover baik di gambar maupun teks, dan yang penting juga adalah untuk membuat AJAX. JavaScript adalah bahasa yang digunakan untuk AJAX.
B.     Fungsi JavaScript Dalam Pemograman Web
JavaScript pada awal perkembangannya berfungsi untuk membuat interaksi antara user dengan situs web menjadi lebih cepat tanpa harus menunggu pemrosesan di web server. Sebelum JavaScript, setiap interaksi dari user harus diproses oleh web server. Bayangkan ketika kita mengisi form registrasi untuk pendaftaran sebuah situs web, lalu men-klik tombol submit, menunggu sekitar 20 detik untuk website memproses isian form tersebut, dan mendapati halaman yang menyatakan bahwa terdapat kolom form yang masih belum diisi. Untuk keperluan seperti inilah JavaScript dikembangkan. Pemrosesan untuk mengecek apakah seluruh form telah terisi atau tidak, bisa dipindahkan dari web server ke dalam web browser.
Dalam perkembangan selanjutnya, JavaScript tidak hanya berguna untuk validasi form, namun untuk berbagai keperluan yang lebih modern. Berbagai animasi untuk mempercantik halaman web, fitur chatting, efek-efek modern, games, semuanya bisa dibuat menggunakan JavaScript. Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada. Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.
C.     Kelebihan JavaScript
·         Mudah Dipelajari : JavaScript merupakan bahasa semi pemrograman yang merupakan gabungan antara bahasa pemrograman Java dengan bahasa kode HTML sehingga disebut bahasa hybrid.
·         Terbuka : JavaScript tidak terkait oleh  hardware maupun software tertentu bahkan sistem operasi seperti windows maupun unix. Karena bersifat terbuka, jadi JavaScript bisa dibuat maupun di baca di semua jenis komputer.
·         Ukuran File Kecil : Script dari JavaScript memiliki ukuran yang kecil sehinggan web yang memiliki JavaScript ditampilkan di browser maka akses tampilannya akan lebih cepat.
·         Cepat : Karena diletakkan di HTML,  dan langsung dicoba di browser.

D.    Kekurangan JavaScript
·         Masalah Keamanan : Potongan JavaScript, setelah ditambahkan ke halaman web mengeksekusi pada server klien dengan segera dan karena itu juga dapat digunakan untuk mengeksploitasi sistem pengguna. Sementara pembatasan tertentu yang ditetapkan oleh standar web modern pada browser, kode berbahaya masih bisa dijalankan sesuai dengan batasan yang ditetapkan.
·         Kemampuan Terbatas : Meskipun JavaScript mampu membuat bentuk web menjadi interaktif dan dinamis, namun JavaScript tidak mampu membuat program aplikasi sendiri seperti Java.
·         Keterbatasan Objek : JavaScript tidak mampu membuat kelas-kelas yang bisa menampung objek-objek tambahan seperti Java, karena JavaScript sudah memiliki objek yang builtin pada struktur bahasanya.

Referensi :

Sun Microsystems



Sun Microsystems, Inc. adalah sebuah produsen semikonduktor dan perangkat lunak yang bermarkas di Santa Clara, California, di Lembah Silikon. Pabrik Sun terletak di Hillsboro, Oregon dan Linlithgow, Skotlandia. Ia dibeli oleh Oracle Corporation pada 2010.
Sun Microsystems, Inc. merupakan perusahaan yang menjual komputer, komponen komputer, perangkat lunak komputer, dan layanan teknologi informasi dan yang menciptakan bahasa pemrograman Java, Solaris Unix dan Network File System (NFS). Sun berkembang cukup signifikan pada beberapa teknologi kunci komputasi, di antaranya prosesor Unix, RISC, komputasi thin client, dan komputasi virtual. Sun didirikan pada 24 Februari 1982.
Pada tanggal 27 Januari 2010, Sun Microsystem diakuisisi oleh Oracle Corporation untuk US $ 7,4 miliar berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 20 April 2009. Bulan berikutnya, Sun Microsystems, Inc. bergabung dengan Oracle USA, Inc. menjadi Oracle America, Inc.
Produk Sun Microsystems termasuk komputer server dan workstation dibangun pada arsitektur RISC berbasis SPARC prosesor sendiri serta pada berbasis x86 Opteron AMD dan prosesor Intel Xeon; sistem penyimpanan; dan suite produk perangkat lunak termasuk sistem operasi Solaris, alat pengembang, perangkat lunak infrastruktur Web, dan aplikasi manajemen identitas. Teknologi lainnya termasuk platform Java, MySQL, dan NFS. Sun Microsystems adalah pendukung sistem terbuka secara umum dan Unix pada khususnya, dan kontributor utama perangkat lunak open source.
A.    Hardware
Untuk dekade pertama sejarah Sun, perusahaan memposisikan produknya sebagai technical workstations dan berhasil bersaing sebagai vendor termurah selama perang Workstation pada tahun 1980-an. Kemudian menggantikan produk perangkat keras untuk menekankan server dan storage. Sistem kontrol telekomunikasi tingkat tinggi seperti layanan Sistem Pendukung sebagagian besar menggunakan peralatan Sun.
B.     Software
Meskipun Sun awalnya dikenal sebagai perusahaan hardware, sejarah perangkat lunak dimulai dengan pendiriannya pada tahun 1982; co-founder Bill Joy adalah salah satu pengembang Unix terkemuka saat itu, setelah memberikan kontribusi pada editor vi, shell C, dan mengembangkan TCP / IP dan BSD Unix OS. Sun kemudian mengembangkan perangkat lunak seperti bahasa pemrograman Java dan software seperti StarOffice, VirtualBox dan MySQL.
Dahulu Sun berbasis masyarakat dan lisensi open source sebagai teknologi utamanya. Perangkat lunak desktop berbasis GNOME disebut Java Desktop System (awalnya diberi nama kode "Madhatter") pertama kali didistribusikan sebagai implementasi Linux kemudian ditawarkan sebagai bagian dari sistem operasi Solaris. Sun mendukung Java Enterprise System (stack middleware) di Linux.

Referensi :

Sejarah Munculnya Pengemis


Kemiskinan merupakan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah selama bertahun tahun lamanya. Terbukti dengan bertambahnya angka kemiskinan dari tahun ke tahun. Hal ini tentu dipengaruhi oleh angka pengangguran yang tinggi yang disebabkan oleh terbatasnya lahan pekerjaan. Bahkan tidak jarang banyak yang mengemis dengan alasan harus memenuhi kebutuhan sehari-hari namun sulit untuk mencari pencari pekerjaan. Belakangan ini banyak sekali pengemis yang terjaring razia dinas sosial bahkan ditemui seorang pengemis yang berpenghasilan fantastis hingga puluhan juta. Sekarang ini sepertinya mengemis sudah menjadi suatu profesi untuk beberapa orang. Berdasarkan beberapa pengemis yang terjaring razia diketahui dalam sehari dapat mendapatkan uang sebesar Rp 200.000 bahkan ketika bulan tertentu seperti bulan ramadhan dapat memperoleh hingga Rp 800.000 per harinya bayangkan jika semingu mengemis mereka dapat memperoleh Rp 1- 5 juta hal ini tentu membuat banyak orang ingin melakukannya.
Banyak alasan yang merlatarbelakangi mengemis dijadikan menjadi suatu pekerjaan. Pertama kurangnya keahlian yang dikuasai, tidak sedikit angkatan kerja dalam hal ini usia produktif untuk bekerja yang hanya lulusan sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas sehingga tidak banyak keahlian yang dikuasai padahal di era globalisasi seperti ini dituntut untuk menguasai kehalian yang mumpuni atau baik. Kedua terbatasnya lahan pekerjaan, dengan adanya krisis seperti sekarang ini tidak jarang ditemui usaha menengah hingga atas yang tidak mampu menyeimbangkan biaya produksi sehinga harus gulung tikar dan pada akhirnya harus merumahkan para pekerjanya. Ketiga kemauan untuk berusaha, dengan terbatasnya lahan pekerjaan dan tidak adanya keahlian yang dikuasai membuat seseorang malas untuk berusaha mencari pekerjaan padahal dengan niat dan usahan mungkin saja seorang dapat membangun sebuah usaha dan pada akhirnya dapat membuka lahan pekerjaan bagi orang lain juga. Dan hal yang terpenting seseorang ingin menjadi pengemis adalah desakan ekonomi yang dialami. Bahkan saat ini pemerintah telah membuat program bantuan pinjaman untuk membuka usahan bagi mereka yang ingin membuka usaha. Sehingga tidak ada alasan lagi seseorang untuk mengemis. Bukankan lebih baik tangan di atas daripada tangan dibawah.

Selasa, 10 November 2015

Perkembangan Komputer Sampai Saat Ini


Komputer merupakan salah satu benda yang tidak asing lagi dalam masyarakat modern seperti sekarang ini, mulai dari anak kecil hinga orang dewasa bisa menggunakan komputer. Tentunya awal kemunculan komputer tidak secanggih seperti sekarang ini, pada awal kemunculannya komputer masih memiliki keterbatasan, Dan dari masa kemasa, komputer telah mengalami perkembangan yang lebih memudahkan pengguna dalam menggunakannya. Berikut ini adalah perkembangan komputer dari masa ke masa hingga sekarang ini :
1.      Komputer Generasi pertama

Komputer generasi pertama adalah ENIAC, yang merupakan komputer elektronik pertama didunia yang mempunyai bobot seberat 30 ton, panjang 30 M dan tinggi 2.4 M dan membutuhkan daya listrik 174 kilowatts. Komputer generasi pertama ini menggunakan Tabung hampa udara (vacum-tube) yang terbuat dari kaca untuk penguat sinyal. Namun hal tersebut masih banyak mempunyai kendala seperti: mudah pecah, dan cepat menyalurkan panas.
Ciri-ciri komputer pertama sebagai berikut :
·         Pada generasi ini komputer masih banyak mengeluarkan panas.
·         Menggunakan komponen elektronikanya yang terbuat dari Tabung Hampa Udara (Vacuum Tube).
·         Program dibuat dalam bahasa mesin (Machine Language), yang programnya tersimpan dalam memori komputer.
·         Membutuhkan kekuatan listrik yang cukup besar.
·         Kapasitas yang disediakan untuk penyimpannan data sangat kecil dan terbatas.
·         Programnya masih menggunakan bahasa mesin dengan menggunakan kode 0 dan 1 dalam urutan tertentu.
·         Prosesnya relatif lambat.
·         Mempunyai Ukuran atau bentuk yang sangat besar sehingga diperlukan sebuah ruangan yang yang cukup lebar hanya untuk meletakan komputer ini.
·         Orientasi utama pada aplikasi bisnis.
·         Menggunakan sistem luar magnetic tape dan magnetic disk.

2.      Komputer Generasi kedua

Sejarah perkembangan komputer generasi kedua lahir pada tahun 1960-an, penemuan transistor sanggat mempenggaruhi perkembangan komputer pada saat itu. Transistor dapat menggantikan Tabung hampa udara. Dan hal tersebut tentunya megubah semua ukuran mesin-mesin elektrik . Transistor mulai digunakan pada komputer sekitar tahun 1956-an. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding dengan komputer generasi pertama.
Perkembangan Komputer Generasi kedua ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
§  Program dapat dibuat dengan bahasa tingkat tinggi (high level language), seperti FORTRAN, COBOL, ALGOL.
§  Kapasitas memori utama sudah lumayan besar
§  Sirkutinya adalah transistor.
§  Ukuran fisik komputer lebih kecil dari komputer generasi pertama
§  Tidak membutuhkan terlalu banyak listrik
§  berorientasi pada bisnis dan teknik
§  Proses operasi sudah cepat
§  Proses operasi sudah cepat, yaitu bisa mengerjakan jutaan operasi per detik.
§  Mulai digunakan disk storage (penyimpanan data)

3.      Sejarah Perkembangan Komputer Generasi ketiga

Komputer generasi ketiga merupakan sebuah perkembangan yang sangat pesat dari perkembangan komputer yang ada. Komputer generasi ketiga muncul sejak era 1965-1971-an. Transistor yang dianggap tidak effisien lagi membuat para ilmuan mencari alternatif lain dan kemudian di temukan pada batu kuarsa ( Quartz rock ). Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. Hal ini merupakan sebuah inovasi yang dapat mendongkrak munculnya komputer generasi ketiga.
Ciri-ciri Komputer Generasi ketiga:
         Ditemukannya IC sampai jadi merombak arsitektur komputer secara keseluruhan
         Sudah menggunakan terminal visual display dan mampu mengeluarkan suara.
         Kinerja komputer menjadi lebih cepat bersama tepat. Kecepatannya hampir 10.000 kali lebih cepat dari komputer generasi pertama.
         Peningkatan dari sisi software.
         Kapasitas memori sudah lebih besar dari pada versi sebelumnya, dan dapat menyimpan ratusan ribu karakter.
         Menggunakan media penyimpanan luar disket magnetik (external disk) yang sifat pengaksesan datanya secara acak (random access) dengan kapasitas besar (jutaan karakter).
         Pemakaian listrik lebih hemat bersama lebih efisien.
         Kemampuan mengerjakan multiprocessing dan multitasking.

4.      Komputer Generasi keempat

Setelah IC ditemukan, perkembangan komputer semakin pesat dan jelas. Pada tahun 1971 chip INTEL 4004 membawa kemajuan besar dalam dunia IC, intel berhasil memasukan semua komponen dalam sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) kedalam sebuah chip tunggal yang sangat kecil, jika sebelumnya IC digunakan untuk mengerjakan pekerjaan  tertentu saja maka pada masa ini mikroprosesor dapat diproduksi dan di program untuk menjalankan seluruh kebutuhan yang diinginkan.
Perkembangan Komputer generasi keempat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
o   Dikembangkan komputer mikro yang menggunakan micro processor dan semiconductor yang berbentuk chip untuk memori komputer.
o   Penggunaan Large Scale Integration (LSI) / Bipolar Large Scale Integration, yaitu pemadatan ribuan IC menjadi satu buah chip

5.      Komputer Generasi Kelima

Sejarah perkembangan komputer generasi kelima adalah komputer yang kita gunakan sekarang ini dimana pada generasi ini ditandai dengan munculnya: LSI (Large Scale Integration) yang merupakan pemadatan ribuan microprocessor ke dalam sebuah microprocesor. Selain itu, juga ditandai dengan munculnya microprocessor dan semi conductor. Perusahaan-perusahaan yang membuat micro-processor di antaranya adalah: Intel Corporation, Motorola, Zilog dan lainnya lagi. Di pasaran bisa kita lihat adanya microprocessor dari Intel dengan model 4004, 8088, 80286, 80386, 80486, dan Pentium. Pentium-4 merupakan produksi terbaru dari Intel Corporation yang diharapkan dapat menutupi segala kelemahan yang ada pada produk sebelumnya, di samping itu, kemampuan dan kecepatan yang dimiliki Pentium-4 juga bertambah menjadi 2 Ghz. Gambar-gambar yang ditampilkan menjadi lebih halus dan lebih tajam, di samping itu kecepatan memproses, mengirim ataupun menerima gambar juga menjadi semakin cepat.


Referensi :
2http://www.info-teknolo.cf/2015/03/sejarah-perkembangan-komputer.html

My Role Model

A person can be said to be a role model, if the person’s actions, behaviors, characters are capable of inspiring someone. Everyone has ...