Jumat, 05 Mei 2017
Rabu, 29 Maret 2017
Menganalisis Film Animasi "Frozen Fever" Berdasarkan 12 Prinsip Animasi
PENG. ANIMASI & DESAIN GRAFIS
“Menganalisis
12 Prinsip Animasi yang Terdapat pada Film Animasi Frozen Fever “
Oleh
:
Puspita
Dwi Septiyani
18114561
3KA17
SISTEM
INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Maret 2017
- Anticipation
Anticipation yang terlihat saat Princess Anna ingin berlari, ia
sedikit mengubah posisi badannya dengan sedikit membungkukkannya.
- Squash and Steetch
Tampak bantalan sofa
sedikit memantul saat diberikan tekanan berupa injakan yang dilakukan oleh
Princess Anna dan Queen Elsa.
- Stagging
Stagging
yang dihasilkan lebih banyak poor
stagging. Namun terdapat good
stagging juga. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa gambar
dibawah.
Poor Stagging
Poor Stagging
Good Stagging
- Straight-ahead
action dan
Pose to Pose
Saat Kristoff mencoba untuk melindungi kue ulang tahun Princess Anna
dari manusia salju kecil dengan cara menggunakan mangkuk besar sebagai media
menangkap manusia salju. Pola gerakkan tersebut terlihat Pose to Pose.
Gerakkan tersebut dimulai dari sebelah kanan, kiri lalu tengah. Dapat dilihat
juga dalam video pada menit 04.39 hingga
menit ke 04.46.
- Follow Through dan Overlapping
Action
- Slow In- Slow Out
Terdapat Slow Out ketika Kristoff ingin meraih manusia salju kecil, ia
menggerakan tangannya dengan cepat. Hal tersebut dapat dilihat dalam video pada
menit ke 02.49.
- Arcs
Video tersebut banyak menunjukkan arcs karena pola gerakan yang
dihasilkan terlihat nyata atau sama seperti sistem pergerakan yang dilakukan oleh makhluk hidup. Bukan
seperti pola gerak yang dihasilkan oleh robot yang cenderung patah-patah.
- Secondary Action
Pada menit ke 01.23 – 01.26 ketika Kristoff sedang berjalan terlihat
bahwa tidak hanya menggerakan kedua kakinya namun kedua tangannya pun telihat
bergerah. Begitupun dengan kepalanya.
- Timing
Ketepatan waktu yang digunakan sangat baik terlihat dari urutan
peristiwa yang ditampilkan berurutan sehingga tidak membingungkan penonton.
- Exaggeration
Exaggertion yang ditampilkan yaitu saat Queen Elsa sedaang
bersin maka muncullah manusia salju kecil. Dapat dibuktikan seperti gambar dibawah
ini.
- Solid drawing
- Appeal
Sebagai contoh,
menggunakan dress hijau panjang
membuat kesan bahwa Queen Elsa pribadi yang hangat dan anggun, hal itupun
dtambah dengan tatanan rambut yang dikepang kesamping.
Rabu, 04 Januari 2017
Resume Kursus Java For Intermediate
Pada pembahasan kali ini, saya akan
mebahas mengenai kursus yang tengah saya jalani sejak bulan September lalu
hingga saat ini tepatnya dimulai di awal semester 5 ini. Kursus yang saya
jalani mengenai Java for Intermediate. Materi yang dipelajari dalam kursus ini
diantaranta ;
·
Graphical User Interface menggunakan
bahasa pemrograman Java
·
Pengenalan Basis Data pada Java Menggunakan
Mysql
·
Operasi Database dengan Java
·
Java Applet
A. Graphical
User Interface menggunakan bahasa pemrograman Java
Baiklah, pertama saya akan membahas
Graphical User Interface menggunakan bahasa pemrograman Java
Pemrograman Java
dikenal dengan dua basis, yaitu CommandLine Interface dan Grafical User
Interface. Dengan mengikuti perkembangan zaman, aplikasi berbentuk CommndLine Interface
seemakin lama tidak digunakan lai namun digantikan oleh Grafical User Interface
atau disingkat GUI. Kompoen GUI dibentuk dengan menggunakan Library Java Swing.
Java Swing menyediakan berbagai komponen yang dpat digunakan oleh programmer
saat membuat aplikasi. Komponen-kompone tersebut diantaranya :
·
JTextField
·
JButton
·
JCheckBox
·
JLabel
·
JRadioButton
·
JFrame
·
JTextArea
·
JComboBox
·
JList
·
JTable
·
JOptionPane
B. Pengenalan
Basis Data pada Java Menggunakan Mysql
Basis Data adalah
sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan para
pemakai di dalam suatu organisasi. Basis data memiliki empat komponen,
dinataranya : Hardware, Software, Data , dan User. Sedangkan MySQL merupakan komone
ahasa relational database system. SQL merupakan bahasa baku(ANSI/SQL), non
procedural, dan berorientasi himpunan. SQL dapat digunakan denganbaik secara
interaktif atau ditempelkan pada sebuah program aplikasi.
Komponen-komponen SQL :
a. Data
Definition Language (DDL)
Digunakan
untuk memanipulasi data degan menggunakan perintah : create, drop, alter.
b. Data
Manipulation Language (DML)
Digunakan
untuk memanipulsi data dengan menggunakan perintah : select, insert, update, delete.
c. Data
Control Language (DCL)
Digunakan
untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah : grant dan revoke.
C. Operasi
Database dengan Java
CRUD merupakan istilah
untuk pengkasesan database meliputi Create, Read, Update, dan Delete. Fungsi ini digunakan untuk menambahkan data, menghapus data, serta mengupdate data.
CRUD merpakan salah satu inti dari sebuah pemrograman karena di dalam suatu
program yang kompleks terdapat operasi create atau menciptakan data, read atau
menampilkan data, update atau mengubah data, dan delete atau menghapus data.
Untuk mengubah data pada database, tentu dibutuhkan primary key. Primary key
berfungsi sebagai pembeda antara sebuah data dengan data yang lain. Primary key
dibentuk dari susunan huruf atau angka yang acak, atau bisa juga dari angka yang
berurut dari 1 dan seterusnya yang disebut dengan auto numbering atau auto
increment.
D. Java
Applet
Applet adalah jenis
khusus dari pogram yang tertanam di halaman web untuk meghasilkan konten
dinamis. Applet berjalan di dalam browser dan bekerja di sisi client. Karena
Applet dijalanan dalam sebuah halaman web makan diperlukan sebuah file html
yang memuat nama applet tersebut. Ada dua cara untuk menjlankan Applet :
·
Menggunakan browser
·
Menggunakan appletviewer ( untuk tujuan
pengujian)
Berikut adalah empat metode siklus
hidup dari JavaApplet :
1. public
void init()
Digunakan
untuk berhenti atau browser diminimalkan
2. public
void destroy()
Digunakan
untuk menginisialisai Applet. Metode ini hanya dipanggil sekali
3. pubic
void start()
Dipanggil
setelah metode init () atau browser dimaksimalkan. Metode ini digunkan untuk
memulai Applet
4. public
void stop()
Digunakan
untuk menghentikan Applet. Metode ini dipanggil ketika Applet akan digunakan
untuk menghancukan Applet dan hanya dipanggil sekali.
Demikian materi yang telah saya
peroleh selama menjalani kurus java for intermedate. Sumber materi yang diperoleh berasal dari modul yang diberikan saat mengikuti kursus tersebut.
Selasa, 01 November 2016
Sistem Cerdas dalam Kehidupan Sehari-hari
Commuter
Line Vending Machine
Sistem cerdas atau yang dapat
dikenal dengan kecerdasan bauatan (artificial
intelligence) adalah sistem yang dapat mengadopsi sebagaian kecil dari
tingkat kecerdasan manusia untuk berinteraksi dengan keadaan eksternal suatu
sistem. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Sistem cerdas sudah
digunakan diberbagai bidang kehidupan mulai dari pendidikan, hingga perbankan.
Seperti robotik, google assistant,
atau yang kerap kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yakni atm. Hal itu
pula pada bidang transportasi kereta api communter
line yang saat ini mulai menerapkan sistem cerdas yaitu C-VIM atau communter line vending machine. Banyak
penumpang commuter line yang tidak
mengerti cara penggunaan mesin tersebut, namun hal tersebut bukan menjadi
masalah karena terdapat petunjuk cara menggunakan mesin tersebut. Selain itu terdapat
petugas yang siap untuk membantu apabila mengalami kesulitan. vending machine
tersebut dapat melakukan transaksi untuk tiket harian berjamin (THB) dan kartu
multi trip (KMT). Commuter line vending
machine tersebut bertujuan untuk mengurangi antrian saat pembelian tiket.
Berikut langkah-langkah untuk pembelian KMT
menggunakan C-VIM:
1. Pilih
menu bahasa
2. Letakan
KMT pada tempat yg sudah disediakan
3. Masukan
uang sesuai jumlah yang akan dibayarkan. (Karena tidak ada pengembalian uang)
4. Tekan
'YA' untuk melanjutkan dan 'TIDAK' untuk membatalkan
5. Jika
selesai ambil kembali kartu anda dan jika berhasil akan keluar tanda bukti
transaski
Dengan flowchart seperti :

Berikut langkah-langkah membeli tiket THB menggunakan C-VIM:
Berikut langkah-langkah membeli tiket THB menggunakan C-VIM:
1. Tap
tulisan sales pada layar sentuh
2. Pilih
dan tap menu tujuan
3. Pilih
pembelian baru (sales) atau isi ulang
(resales) atau refund
4. Kalau
hendak membeli THB, pilih pembelian baru (sales)
5. Setelah
itu pilih tujuan
6. Masukkan
uang tergantung tujuan. Mesin dapat menerima dan mengeluarkan uang kertas
maksimal Rp20 ribu dan minimal Rp500.
7. Setelah
itu tiket keluar di kotak tiket dan seandainya ada kembalian mulai keluar di
kotak uang kembalian.
Flowchart Pembelian tiket THB sebagai berikut :

Flowchart Pembelian tiket THB sebagai berikut :
Untuk jenis uang yang bisa masuk dalam transaksi THB adalah uang koin dengan pecahan Rp 500 dan Rp 100, sedangkan untuk uang kertas Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10ribu, Rp 20 ribu. Jika untuk transaksi KMT penumpang harus menyiapkan uang kertas Rp 5 ribu Rp 10 ribu, Rp. 20 ribu Rp 50 ribu, dan Rp 100 ribu.
Referensi :
Langganan:
Postingan (Atom)
My Role Model
A person can be said to be a role model, if the person’s actions, behaviors, characters are capable of inspiring someone. Everyone has ...
-
TUGAS II ILMU BUDAYA DASAR “ BEDAH NOVEL SPRING IN LONDON“ Dosen : Auliya Ar Rahma Oleh : Puspita Dwi Septiyani 181...
-
Distance Learning Di era globalisasi seperti sekarang ini teknologi informasi sangatlah diperlukan. Sekarang ini hampir di seluruh bid...
-
Pada pembahasan kali ini, saya akan mebahas mengenai kursus yang tengah saya jalani sejak bulan September lalu hingga saat ini t...















