Kamis, 02 November 2017

System Development Life Cycle (SDLC)

Siklus hidup pengembangan sistem atau yang lebih dikenal dengan System Development Life Cycle (SDLC) adalah metode yang digunakan untuk membuat danatau mengembangkan sebuah rancangan sistem yang terdiri atas beberapa tahapan. Terdapat empat tahapan dalam SDLC diantaranya :
a.       Perencanaan
Merupakan tahapan awal yang dilakukan dalam membangun sebuah sistem. Pada tahap merencanakan sistem seperti apa yang akan dibuat mulai dari menentukan masalah yang digunakan hingga mencari data yang berkaitan dengan masalah tersebut.
b.      Analisa
Masalah yang telah dipilih pada tahapan sebelumnya kemudian diidentifikasi dan diklasifikasikan. Selain itu pada tahap ini dianalisa kebutuhan fungsional dan non fungsional yang dibutuhkan untuk membangun sistem.
c.       Rancangan
Pada tahapan ini dilakukan merancang tampilan antar muka, merancang database, dan merancang jaringan.
d.      Uji Coba dan Implementasi
Tahapan ini merupakan tahapn yang penting dalam membangun sistem karena pada tahap ini-lah sistem yang telah dibangun diuji coba. Dari hasil uji coba tersebut menentukan apakah sistem tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan atau tidak. Uji coba dilakukan untuk mengetahui apakah sistem tersebut terdapat kesalahan atau error. Apabila tidak berjalan dengan baik, maka sistem tersebut terlebih dahulu diperbaiki hingga diuji coba kembali dan dapat berjalan dengan baik. Apabila pada sat uji coba dapat berjalan denan baik maka sistem tersebut dapat diimplementasikan dengan melakukan instalasi kepada pengguna.

Review ACL (Audit Command Language)

Selasa, 10 Oktober 2017

Audit Sistem Informasi

TUGAS SOFTSKILL
AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
"Paper Audit Sistem Informasi"

Dosen : Budi Setiawan



Oleh :

Puspita Dwi Septiyani / 18114561
4KA17


SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Oktober 2017


1.                  Definisi Audit

            Audit teknologi informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

2.                  Perkembangan Pendekatan Audit Sistem Informasi

            Perkembangan teknologi informasi, perangkat lunak, sistem jaringan dan komunikasi dan otomatisasi dalam pengolahan data berdampak perkembangan terhadap pendekatan audit yang dilakukan, tiga pendekatan yang dilakukan oleh auditor dalam memeriksa laporan keuangan klien yang telah mempergunakan Sistem Informasi Akuntansi yaitu (Watne, 1990) :
a.       Auditing Around The Computer. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang mula-mula ditempuh oleh auditor. Dengan pendekatan ini komputer yang digunakan oleh perusahaan diperlakukan sebagai Black Box. Asumsi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah bila sampel output dari suatu sistem ternyata benar berdasarkan masukan sistem tadi, maka pemrosesannya tentunya dapat diandalkan. Dalam pemeriksaan dengan pendekatan ini, auditor melakukan pemeriksaan di sekitar komputer saja.

b.      Auditing With The Computer. Pendekatan ini digunakan untuk mengotomatisati banyak kegiatan audit. Auditor memanfaatkan komputer sebagai alat bantu dalam melakukan penulisan, perhitungan, pembandingan dan sebagainya. Pendekatan ini menggunakan perangkat lunak Generalized Audit Software, yaitu program audit yang berlaku umum untuk berbagai klien.

c.       Auditing Through The Computer. Pendekatan ini lebih menekankan pada langkah pemrosesan serta pengendalian program yang dilakukan oleh sistem komputer. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika program pemrosesan dirancang dengan baik dan memiliki aspek pengendalian yang memadai, maka kesalahan dan penyimpangan kemungkinan besar tidak terjadi.pendekatan ini biasanya diterapkan pada sistem pengolahan data on-line yang tidak memberikan jejak audit yang memadai.

3.                  Tujuan Audit Sistem Informasi

a.       Pengamanan aset
            Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, dan data harus dijaga dengan sistem pengendalian intern yang baik agar tidak ada penyalahgunaan aset perusahaan.

b.      Efektifitas sistem
            Efektifitas sistem informasi perusahaan memiliki peranan penting dalam proses pengmbilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut sudah dirancang dengan benar (doing the right thing), telah sesuai dengan kebutuhan user. Informasi yang dibutuhkan oleh para manajer dapat dipenuhi dengan baik.

c.       Efisiensi sistem
            Efisiensi menjadi sangat penting ketika sumber daya kapasitasnya terbatas. Jika cara kerja dari sistem aplikasi komputer menurun maka pihak manajemen harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memnuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal. Cara kerja sistem benar (doing thing right).

d.      Ketersediaan (Availability)
            Berhubungan dengan ketersediaan dukungan/layanan teknologi informasi (TI). TI hendaknya dapat mendukung secara kontinyu terhadap proses bisnis kegiatan perusahaan. Makin sering terjadi gangguan (system down) maka berarti tingkat ketersediaan sistem rendah.

e.       Kerahasiaaan (Confidentiality)
            Fokusnya ialah pada proteksi terhadap informasi dan supaya terlindungi dari akses dari pihak yang idak berwenang.

f.       Kehandalan (Realibility)
            Berhubungan dengan kesesuaian dan kekuratan bagi manajemen dalam pengolahan organisasi, pelaporan dan pertanggungjawaban.

g.      Menjaga integritas data
            Integritas data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. Data memiliki atribut-atribut seperti kelengkapan kebenaran dan keakuratan

4.                  Tools Audit Sistem Informasi

a.       ACL
            ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.

b.      ACL for Windows
            (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.

c.       Picalo
            Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.

d.      Powertech Compliance Assessment
            Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.

e.       Nipper
            Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.

f.       Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser)
            Adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.

g.      Nessus
            Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan

h.      Metasploit
            Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mencari celah keamanan.

i.        NMAP
            NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer, pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk menggenerasikan dan merespon (NPING)

j.        Wireshark
            Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.

Referensi :

                                                          

Rabu, 29 Maret 2017

Menganalisis Film Animasi "Frozen Fever" Berdasarkan 12 Prinsip Animasi

TUGAS INDIVIDU
PENG. ANIMASI & DESAIN GRAFIS
“Menganalisis 12 Prinsip Animasi yang Terdapat pada Film Animasi Frozen Fever “

Dosen : Noorvika Hizviani

Oleh :
Puspita Dwi Septiyani
18114561
3KA17

SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Maret 2017




  1. Anticipation
Anticipation yang terlihat saat Princess Anna ingin berlari, ia sedikit mengubah posisi badannya dengan sedikit membungkukkannya.

  1. Squash and Steetch

Tampak bantalan sofa sedikit memantul saat diberikan tekanan berupa injakan yang dilakukan oleh Princess Anna dan Queen Elsa.
  1. Stagging
Stagging yang dihasilkan lebih banyak poor stagging. Namun terdapat good stagging juga. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa gambar dibawah.

Poor Stagging

Poor Stagging

Good Stagging
  1. Straight-ahead action dan Pose to Pose
Saat Kristoff mencoba untuk melindungi kue ulang tahun Princess Anna dari manusia salju kecil dengan cara menggunakan mangkuk besar sebagai media menangkap manusia salju. Pola gerakkan tersebut terlihat Pose to Pose. Gerakkan tersebut dimulai dari sebelah kanan, kiri lalu tengah. Dapat dilihat juga dalam video pada menit  04.39 hingga menit ke 04.46.




  1. Follow Through dan Overlapping Action
Dan ketika sudah berlari Princess Anna terlihat meneggakkan kembali posisi badannya seperti semula.

  1. Slow In- Slow Out
Terdapat Slow Out ketika Kristoff ingin meraih manusia salju kecil, ia menggerakan tangannya dengan cepat. Hal tersebut dapat dilihat dalam video pada menit ke 02.49.
  1. Arcs
Video tersebut banyak menunjukkan arcs karena pola gerakan yang dihasilkan terlihat nyata atau sama seperti sistem pergerakan  yang dilakukan oleh makhluk hidup. Bukan seperti pola gerak yang dihasilkan oleh robot yang cenderung patah-patah.
  1. Secondary Action
Pada menit ke 01.23 – 01.26 ketika Kristoff sedang berjalan terlihat bahwa tidak hanya menggerakan kedua kakinya namun kedua tangannya pun telihat bergerah. Begitupun dengan kepalanya.
  1. Timing
Ketepatan waktu yang digunakan sangat baik terlihat dari urutan peristiwa yang ditampilkan berurutan sehingga tidak membingungkan penonton.
  1. Exaggeration
Exaggertion yang ditampilkan yaitu saat Queen Elsa sedaang bersin maka muncullah manusia salju kecil. Dapat dibuktikan seperti gambar dibawah ini.

  1. Solid drawing

Terihat bahwa terdapat bayangan yang mengikuti setiap objek.
  1. Appeal
Sebagai contoh, menggunakan dress hijau panjang membuat kesan bahwa Queen Elsa pribadi yang hangat dan anggun, hal itupun dtambah dengan tatanan rambut yang dikepang kesamping.





Rabu, 04 Januari 2017

Resume Kursus Java For Intermediate






Pada pembahasan kali ini, saya akan mebahas mengenai kursus yang tengah saya jalani sejak bulan September lalu hingga saat ini tepatnya dimulai di awal semester 5 ini. Kursus yang saya jalani mengenai Java for Intermediate. Materi yang dipelajari dalam kursus ini diantaranta ;
·         Graphical User Interface menggunakan bahasa pemrograman Java
·         Pengenalan Basis Data pada Java Menggunakan Mysql
·         Operasi Database dengan Java
·         Java Applet

A.    Graphical User Interface menggunakan bahasa pemrograman Java
Baiklah, pertama saya akan membahas Graphical User Interface menggunakan bahasa pemrograman Java
Pemrograman Java dikenal dengan dua basis, yaitu CommandLine Interface dan Grafical User Interface. Dengan mengikuti perkembangan zaman, aplikasi berbentuk CommndLine Interface seemakin lama tidak digunakan lai namun digantikan oleh Grafical User Interface atau disingkat GUI. Kompoen GUI dibentuk dengan menggunakan Library Java Swing. Java Swing menyediakan berbagai komponen yang dpat digunakan oleh programmer saat membuat aplikasi. Komponen-kompone tersebut diantaranya :
·         JTextField
·         JButton
·         JCheckBox
·         JLabel
·         JRadioButton
·         JFrame
·         JTextArea
·         JComboBox
·         JList
·         JTable
·         JOptionPane
B.     Pengenalan Basis Data pada Java Menggunakan Mysql
Basis Data adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi. Basis data memiliki empat komponen, dinataranya : Hardware, Software, Data , dan User. Sedangkan MySQL merupakan komone ahasa relational database system. SQL merupakan bahasa baku(ANSI/SQL), non procedural, dan berorientasi himpunan. SQL dapat digunakan denganbaik secara interaktif atau ditempelkan pada sebuah program aplikasi.
Komponen-komponen SQL :
a.       Data Definition Language (DDL)
Digunakan untuk memanipulasi data degan menggunakan perintah : create, drop, alter.
b.      Data Manipulation Language (DML)
Digunakan untuk memanipulsi data dengan menggunakan perintah : select, insert, update, delete.
c.       Data Control Language (DCL)
Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data dengan perintah : grant dan revoke.

C.     Operasi Database dengan Java

CRUD merupakan istilah untuk pengkasesan database meliputi Create, Read, Update, dan Delete. Fungsi ini digunakan untuk menambahkan data, menghapus data, serta mengupdate data. CRUD merpakan salah satu inti dari sebuah pemrograman karena di dalam suatu program yang kompleks terdapat operasi create atau menciptakan data, read atau menampilkan data, update atau mengubah data, dan delete atau menghapus data. Untuk mengubah data pada database, tentu dibutuhkan primary key. Primary key berfungsi sebagai pembeda antara sebuah data dengan data yang lain. Primary key dibentuk dari susunan huruf atau angka yang acak, atau bisa juga dari angka yang berurut dari 1 dan seterusnya yang disebut dengan auto numbering atau auto increment.

D.    Java Applet

Applet adalah jenis khusus dari pogram yang tertanam di halaman web untuk meghasilkan konten dinamis. Applet berjalan di dalam browser dan bekerja di sisi client. Karena Applet dijalanan dalam sebuah halaman web makan diperlukan sebuah file html yang memuat nama applet tersebut. Ada dua cara untuk menjlankan Applet :
·         Menggunakan browser
·         Menggunakan appletviewer ( untuk tujuan pengujian)

Berikut adalah empat metode siklus hidup dari JavaApplet :

1.      public void init()
Digunakan untuk berhenti atau browser diminimalkan
2.      public void destroy()
Digunakan untuk menginisialisai Applet. Metode ini hanya dipanggil sekali
3.      pubic void start()
Dipanggil setelah metode init () atau browser dimaksimalkan. Metode ini digunkan untuk memulai Applet
4.      public void stop()
Digunakan untuk menghentikan Applet. Metode ini dipanggil ketika Applet akan digunakan untuk menghancukan Applet dan hanya dipanggil sekali.

Demikian materi yang telah saya peroleh selama menjalani kurus java for intermedate. Sumber materi yang diperoleh berasal dari modul yang diberikan saat mengikuti kursus tersebut.

My Role Model

A person can be said to be a role model, if the person’s actions, behaviors, characters are capable of inspiring someone. Everyone has ...